
Nama Penulis
Dr. Abdul Karim, M.Ag.¹
Al-Qur’an sebagai sumber utama ajaran Islam mengandung nilai-nilai fundamental yang menjadi pedoman kehidupan umat manusia, salah satunya adalah nilai kesabaran. Kesabaran tidak hanya dipahami sebagai sikap pasif dalam menghadapi ujian, tetapi sebagai kekuatan spiritual yang mendorong konsistensi dan keteguhan dalam menjalani kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep kesabaran dalam Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir tematik serta relevansinya dalam pembentukan karakter mahasiswa di perguruan tinggi Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan menelaah ayat-ayat Al-Qur’an dan kitab tafsir klasik serta kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai kesabaran dalam Al-Qur’an memiliki dimensi spiritual, moral, dan sosial yang relevan untuk diterapkan dalam dunia pendidikan tinggi, khususnya dalam membentuk karakter mahasiswa yang tangguh, disiplin, dan berintegritas.
Kata kunci: kesabaran, Al-Qur’an, tafsir tematik, karakter mahasiswa
Pendidikan tinggi Islam memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual dan moral. Mahasiswa dihadapkan pada berbagai tantangan, baik akademik maupun sosial, yang menuntut kesiapan mental dan ketahanan karakter. Dalam konteks ini, Al-Qur’an menawarkan nilai-nilai fundamental yang relevan untuk dijadikan landasan pembinaan karakter.
Kesabaran (ṣabr) merupakan salah satu nilai utama yang banyak ditekankan dalam Al-Qur’an. Istilah ṣabr disebutkan dalam berbagai ayat dengan konteks yang beragam, mulai dari kesabaran dalam beribadah, menghadapi ujian, hingga bersabar dalam menuntut ilmu. Oleh karena itu, kajian tentang kesabaran dalam perspektif Al-Qur’an menjadi penting untuk melihat relevansinya dalam dunia pendidikan kontemporer.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data penelitian diperoleh dari Al-Qur’an, kitab-kitab tafsir klasik seperti Tafsir Ibn Katsir dan Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an, serta tafsir kontemporer. Analisis data dilakukan dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i) untuk mengidentifikasi konsep kesabaran dan aplikasinya dalam pembentukan karakter mahasiswa.
Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep kesabaran dalam Al-Qur’an memiliki makna yang luas dan komprehensif. Kesabaran tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan menahan diri dari keluh kesah, tetapi juga sebagai keteguhan dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Dalam konteks pendidikan tinggi, nilai kesabaran relevan untuk membentuk karakter mahasiswa yang konsisten dalam belajar, tidak mudah menyerah, dan mampu menghadapi tekanan akademik dengan bijaksana. Kesabaran juga mendorong mahasiswa untuk menghargai proses, bukan hanya hasil akhir, sehingga melahirkan sikap ilmiah yang jujur dan bertanggung jawab.
Implementasi nilai kesabaran dalam lingkungan kampus dapat dilakukan melalui integrasi nilai-nilai Qur’ani dalam pembelajaran, pembinaan kemahasiswaan, serta keteladanan dosen sebagai pendidik.
Nilai kesabaran dalam Al-Qur’an merupakan konsep fundamental yang memiliki relevansi tinggi dalam pembentukan karakter mahasiswa di perguruan tinggi Islam. Melalui pendekatan tafsir tematik, kesabaran dipahami sebagai kekuatan spiritual yang membentuk ketangguhan, kedisiplinan, dan integritas mahasiswa. Oleh karena itu, internalisasi nilai kesabaran perlu menjadi bagian integral dalam sistem pendidikan tinggi Islam, khususnya pada Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.
Al-Qur’an al-Karim.
Ibn Katsir. (2000). Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim. Riyadh: Dar Thayyibah.
Al-Qurthubi. (2006). Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.
Shihab, M. Q. (2017). Wawasan Al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati.

14 Januari 2026

14 Januari 2026

8 Januari 2026

8 Januari 2026

25 Desember 2025