
Bandung, 6 Oktober 2025, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) dan UPT. Publikasi Ilmiah IAI Persis Bandung menggelar kegiatan Upgrading Jurnal pada setiap Program Studi dengan persiapan akreditasi Jurnal yang sudah dibuka periode pengusulan tahun 2025 oleh Dirjen. Riset dan Pengembangan Kemendiksaintek RI. Acara ini berlangsung pada Senin (06/10) di Ruang Rapat IAI Persis Bandung.
Upgrading ini dihadiri oleh Wakil Rektor I, Ketua LP2M, Ketua UPT, dan Seluruh Pengelola Jurnal Program Studi yang ada di lingkungan IAI Persis Bandung. Jurnal yang dikelola sebanyak 7 Jurnal, diantaranya jurnal Al-Ibanah (Institusi), Diksi (Prodi KPI), IJED (Prodi PAI S1), Piaudku (Prodi PIAUD), Ekspekstasy (Prodi Ekonomi Syariah), Juquts (Prodi IAT, dan Atikan (Prodi PAI S2).
Dalam kegiatan tersebut, para peserta upgrading memaparkan berbagai potensi kemampuan yang akan diterapkan di jurnalnya masing-masing, mulai dari tata Kelola SDM jurnal, pemeliharaan OJS, dan yang paling penting bahwa editor in chief bisa mengelaborasi dan mengarahkan pada dosen dan mahasiswa untuk menyiapkan bahan artikel yang siap di publish pada jurnal program studinya.
Ketua LP2M, Andri Hendrawan, M.Ag menyampaikan bahwa “peningkatan kapasitas dalam mengelola jurnal kampus, terutama jurnal Program Studi sudah semestinya dilakukan secara serius, mengingat akan saling menguatkan dari aspek kelembagaan baik institusi maupun prodi dan menjawab keterbutuhan para dosen dan mahasiswa dalam hal terpublish-nya artikel ke dalam jurnal.” ujarnya.
“kami akan memaksimalkan potensi SDM yang ada untuk mengelola jurnal, terutama jurnal-jurnal yang belum masuk pada level Sinta, dan di periode ini, kami akan mensubmit jurnal tersebut”. Ujar Mu’min sebagai Ketua UPT. Publikasi Ilmiah
Di akhir kegiatan upgrading ini semua peserta bersepakat untuk menindaklanjuti secara teknis yang terkait dengan pengelolaan jurnal bereputasi yang berguna untuk seluruh civitas akademik.
Versi cetak
9 April 2026

28 Februari 2026

25 Februari 2026

24 Februari 2026

14 Februari 2026